Fanfiction (FF) I'm In Love With You (Part. 4)

Jumat, 27 Desember 2013

I'm In Love With You (Part. 4)


“Baguslah! Jika ada informasi lain akan kuberitahukan kepadamu.” katanya tegas. Aku berjalan kembali ke mejaku, namun setelah Jessica sudah pergi dan meja kami telah ditempati orang lain.

-skip-

Ilsan, January 20, 2013

Author POV
Namja itu terlihat lemas di mobilnya. Sudah beberapa minggu ia mencari gadis itu dan keluarganya, tetapi tidak pernah menemukan hasil, meskipun Kim Jong In sudah menambah beberapa informasi. Rasanya dia ingin menyerah pada tugas ini. Namun ia ingat, nyawa keluarganya berada di tangannya. Hidupnya sungguh terasa berat.

Tao POV
“Kim Jong In s***!!!. Andai saja appa tidak punya hutang kepada ahjussi tua itu pasti hidupku tidak begini!!”. Aku sungguh emosi sekarang, aku sudah lelah dengan tugas tidak jelas ini. Si tua itu hanya memberikan banyak info tidak jelas. Padahal aku ingin sekali menyelesaikan tugas ini dan membawa eomma dongsaengku pergi keluar dari Korea. Ingin rasanya aku menangis dan memukuli ahjussi tua itu. Tapi apa boleh buat, aku tidak bisa melakukan apa-apa.

Author POV
Suasana hari itu begitu dingin, di luar mulai turun rintik-rintik hujan. Namja itu masih saja merenungi hidupnya, saat tiba-tiba dia melihat seorang yeoja. Itu Jessica! Ya benar Jessica! Batinnya. Dia lalu segera keluar dari mobilnya dan menghampiri yeoja itu. Mencoba menghapus semua kesedihan yang ada dihatinya. Dia ingin sekali bertemu dengan yeoja misterius itu. Dan mungkin Tuhan mengijinkannya untuk bertemu dengannya lagi, karena sepertinya namja itu mulai tertarik dengan Jessica.

Jessica POV
Aku melihat seorang namja berlari ke arahku. Sepertinya dia Tao, namja yang kutemui beberapa minggu yang lalu di kedai kafe. Apa dia babo? Hujan deras seperti ini tidak memakai jas hujan atau payung. Namja itu pun sampai tepat di depanku.

“Annyeonghaseyo Jessica-sshi.”

“Annyeonghaseyo Tao-sshi. Bagaimana bisa hujan deras begini kau keluar tanpa memakai payung?” Reflek, aku langsung memayunginya. Jadilah kita berdua berada dalam satu payung.

“Hehe, gwaenchanha. Aku kan namja, aku tidak takut sakit. Ternyata kamu mengingatku setelah pertemuan kita berminggu-minggu yang lalu. Ehmm, kamsahabnida, tapi sebaiknya payung ini untukmu saja.” Katanya. 

"Ehhmm, mianhae, itu reflek." Kataku sambil memalingkan mukaku yang sedikit memerah, agar Tao tidak melihatnya. Aku sempat bergerser beberapa senti darinya, tapi aku tetap memayunginya. 

Kalau boleh jujur, sebenarnya ada rasa kecil di dalam hati untuk bertemu dengannya (Tao) lagi. Entah kenapa, aku merindukannya. Entah kenapa aku juga memikirkannya saat dia menabrakku. Aku juga terkejut saat aku bertemu dengannya saat di kedai kafe, rasanya seperti deja vu.

“Uhhmm, Jessica-sshi?” Aku segera tersadar dari lamunanku.

“O! Mianhae, aku sedikit melamun" Kataku berusaha menutupi apa yang sedang aku pikirkan.

“Gwaenchanha. Ayo kita cepat ke kedai kopi itu. Udara di sini sangat dingin. Lama-lama aku bisa membeku disini.” Katanya. Lalu kami berjalan menuju kedai kopi itu dengan mengobrol beberapa obrolan kecil.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mian, nge postnya telat 1 hari :D
kemarin laptop udah panas banget dan tadi pagi sempat macet :"((
Mian juga part ini dikitttt banget dan SANGAT JELEK BANGET :(
Mian ya FFnya SANGAT ABAL-ABAL T_T
Next part mudah-mudahan bisa lebih panjang ya!
Jangan lupa untuk selalu memberi komen yah!!
Gomawo, Arigato Gozaimasu, Terimakasih, Xie xie
XOXO - @evglsta

Fanfiction (FF) I'm In Love With You (Part. 3)

Kamis, 26 Desember 2013

I'm In Love With You (Part.3)


Tiba-tiba pintu terbuka…

Tao POV
“Annyeonghaseyo, apakah benar ini rumah keluarga Jung So Han?”

Lalu keluar seorang ahjuma yang sedang menggendong seorang anak kecil.

“Ani. Dengan siapa di sana? Keluarga Jung So Han sudah pindah beberapa tahun yang lalu setelah Jung So Han meninggal. Aku membeli rumah ini kurang lebih 2 tahun yang lalu. Karena sebelumnya rumah ini kosong.”  Katanya.

“Oh, arraseo. Kamsahabnida, aku permisi dulu.” Aku membungkukkan badanku lalu segera berjalan masuk ke mobil.

“Ne.” Lalu ahjuma itu menutup pintu.

Ternyata dugaan ku benar.  Tidak semudah itu menemukan orang yang sudah hilang bertahun-tahun yang lalu. Apalagi dengan hanya mengandalkan alamat rumah lamanya. Aku pun memutuskan kembali ke rumah Kim Jong In.

-skip-

At Kim Jong In’s house

“Aku sudah mencoba ke alamat yang telah kau berikan, tapi tak ada hasilnya. Kata orang yang menempati rumah itu, setelah Jung So Han meninggal rumah itu kosong. Dia membeli rumah itu kurang lebih 2 tahun yang lalu.” Kataku mencoba menceritakan yang sebenarnya.

“Baiklah. Sekarang keluar!”

Aku berjalan keluar ruangannya lalu segera pergi dari rumah terkutuk itu. Aku menjalankan mobilku. Lalu aku memutuskan untuk membeli segelas kopi ke daerah Ilsan.

-skip-

Aku pun sampai di sebuah kedai kopi di pinggiran jalan. Aku segera masuk, karena cuaca yang saat dingin. Aku memesan sebuah kopi dan beberapa makanan ringan, kemudian mencari tempat duduk yang kosong. Namun sepertinya tidak ada yang kosong sedikitpun. Tiba-tiba aku melihat seorang yeoja yang mukanya tidak asing bagiku. Aku langsung menghampirinya.

“Annyeonghaseyo. Sepertinya aku mengenalmu?” Kataku sambil mengingat-ingat muka yeoja itu.

“Oh, ne aku ingat! Kau yeoja yang ku tabrak tadi pagi. Benarkan?”

“Hmm, sepertinya begitu.” Dia melirikku sebentar, lalu fokus ke laptopnya kembali.

“Bolehkah aku duduk di sini?” Kataku, “Meja lain sudah penuh, hanya di sini yang kosong.” Kataku lagi. Dia lalu melihat sekeliling, memastikan memang meja lain sudah penuh.

“Ne.” Jawabnya singkat, membuat aku semakin penasaran dengan yeoja ini.

“Kalau aku boleh tau siapa namamu? Dan kenapa kau begitu misterius?”

“Kenapa kau bertanya seperti itu? Itu bukan urusanmu!” Dia lalu berdiri dan hendak meninggalkan kafe ini. Lalu dengan sigap aku memegang tangannya.

“Mian, kalau itu menyakiti perasaanmu. Aku hanya penasaran saja, kau bersikap sangat dingin padaku. Duduklah lagi, aku berjanji tidak akan menanyakan hal  yang membuatmu tidak nyaman.”
Dia kembali duduk di kursinya.”

“Baiklah, namaku Jessica. Kau bisa memanggilku Sica. Hanya itu yang bisa kuberitahukan kepadamu.”

“Namaku Huang Zi Tao, kau bisa memanggilku Tao. Ehm, dan aku minta maaf telah menabrakmu tadi pagi.”

“Ne.” katanya singkat.

Beberapa saat kemudian kami hanya terdiam, larut dalam pikiran masing-masing. Sempat aku meliriknya, dia hanya diam saja menatap ke layar laptopnya. Tiba-tiba HPku berbunyi, memecah keheningan di antara kami.

“Yoboseyo?” Kataku, aku segera menjauhi mejaku karena yang menelepon adalah Kim Jong In.

“Tao! Aku mendapat berita bahwa keluarga Jung So Han sekarang tinggal di daerah Ilsan. Dimana kau sekarang?”. Ilsan ya, berarti dekat dari kedai kopi ini.

“Sekarang aku ada di Ilsan.”

“Baguslah! Jika ada informasi lain akan kuberitahukan kepadamu.” katanya tegas. Aku berjalan kembali ke mejaku, namun setelah Jessica sudah pergi dan meja kami telah ditempati orang lain.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hyyyyy I'm Backk :DD
Miann, 4 bulan ga nge post FF ini, meskipun mungkin FF ini ga da yang bacaa :DD
hehehe..
untuk nebus kesalahan, aku langsung post 2 part yah :D
maaf cover FF nya jelek, karena hal paling susah dalam bikin FF itu bikin covernya T.T
okk, sekian dulu guys! jangan sungkan-sungkan untuk komen tentang FFku :)
yang mau bantu buat juga bisa :D
kontak aku langsung aja ya,
via FB : Maria Evangelista Fari K
via ask.fm : @evglsta
aku bakal jawab kok :D
tinggalin komen juga yah, kalo ada yang komen kan berarti masih ada yang baca :)

XOXO - @evglsta a.k.a Choi Seung Rin

FanFiction (FF) I'm In Love With You (Part. 2)

Selasa, 13 Agustus 2013


I'm In Love With You (Part. 2)


“Ne, arasseo. Sekarang kau cepat tidur.” Eomma mencium keningku, mematikan lampu kamarku dan pergi. Aku memang masih suka diperlakukan seperti itu, walaupun umurku sudah 20 tahun. Tapi itulah yang membuatku amat sangat mencintai eommaku. Mataku pun perlahan-lahan mulai terpejam, dan tanpa sadar aku sudah memasuki alam mimpi ku

Author POV
Namja itu terbangun dari tidurnya karena hapenya berbunyi. Ack! ini masih pagi, siapa yang menelponku pagi-pagi begini, batinya kesal. Namja itu bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju meja belajarnya. Tertulis nama "Kim Jong In Ahjussi' di layar ponselnya. Namja itu segera mengangkat teleponnya.

Tao POV
"Yeoboseyo. Ada apa ahjussi sudah menelponku pagi-pagi begini?" Ujarku malas. Dia selalu saja mengangguku dimanapun aku berada, ckckck.

"Datanglah ke rumahku sekarang juga. Aku perlu berbicara denganmu." Klik! Percakapan ditutup. Dasar ahjussi sial!! Kalau saja hutangku sudah lunas, pasti akan ku cabik-cabik dia. seenaknya saja memperlakukanku seperti itu.

Aku melangkahkan kakiku ke kamar mandi. Lalu turun ke bawah menemui eomma ku yang sedang menyiapkan sarapan untuk kami.

"Mau kemana Tao? Sarapan dulu, baru pergi." Kata eomma ku dengan lembut.

"Tidak usah eomma. Aku sedang buru-buru. Aku makan di mobil saja." Aku lalu mengambil sebuah sandwich dan sebotol air putih dari meja makan. 

"Baiklah. Hati-hati di jalan ne." Kata eomma sambil mengelus rambutku.

"Ne, eomma. Aku pergi dulu.Kataku sambil mencium kening wanita yang sangat kucintai ini. Aku lalu meninggalkan rumah dan segera menaiki sedan metalikku.

-skip-

Author POV
Namja itu memacu mobil dengan kencangnya. Jalanan masih sepi karena memang masih sangat pagi. Yang ada dipikirannya hanya cepat sampai ke rumah ahjussi itu, tak peduli berapa ratus kecepatan mobilnya saat ini. Sampai akhirnya.....

Citttttt......

Tao POV
OMO! Hampir saja aku menabrakseorang  yeoja. Yeoja yang aneh, batinku. Pagi-pagi begini menggunakan kacamata hitam dan topi. Mungkin dia adalah buronan, pikiranku mulai melayang-layang tidak karuan. Aku lalu segera keluar dari mobil untuk menolong yeoja itu karena dia terlihat shock.

"Gwaenchanha? Mianhabnida. Apa ada yang sakit? Dimana rumahmu? Aku akan mengantarmu pulang sebagai permintaan maafku." Kataku. Tapi yeoja itu menolak dan bersikap acuh padaku. Dia juga membuang muka dan tidak menatapku sama sekali sehingga aku tidak bisa melihat wajahnya.

"Aniya! Aku bisa jalan sendiri. Aku tidak perlu bantuanmu. Kamsahabnida!" Kata yeoja itu sambil berdiri lalu pergi meninggalkanku. Ah Tao bodoh! Untuk apa menolong yeoja seperti dia. Bagus sudah mau kutolong. Harusnya kutabrak saja dia tadi -_-. Aku segera naik mobilku lagi untuk bertemu ahjussi tua itu.

AT KIM JONG IN'S HOUSE...

Author POV
Namja itu segera melangkahkan kaki menuju rumah bosnya. Tampak bosnya sudah akan memarahi dia habis-habisan karena terlambat datang. Namja itu tidak peduli. Yang penting dia sudah mau kerumah ahjussi itu. Harusnya dia bersyukur namja itu masih mau datang ke rumahnya.

Tao POV
"HUANG ZI TAO, KAU TERLAMBAT!!!" Katanya dengan nada marah. Huh dasar kau orang tua. Bisanya hanya marah-marah tanpa memikirkan orang lain, batinku.

"Mianhabnida.Tadi aku menabrak seorang yeoja. Jadi aku menolongnya lebih dulu."

"Kau hanya bisa alasan. Ingat kau! Nyawa eomma dan dongsaengmu sekarang ada di tanganku, jadi kau jangan macam-macam."

"Ne, mianhabnida."

"Duduklah!" Katanya. Sepertinya amarahnya mulai reda.

"Kau masih ingat tugasmu? Membunuh anak dari musuhku?" Dia mulai membuka pembicaraan.

“Ne. Tapi aku belum mengetahui wajah yeoja itu.” Kataku. Dia lalu memberiku sebuah foto yeoja. Tapi foto itu diambil kira-kira 10 tahun yang lalu. Karena ayah yeoja itu masih hidup dan yeoja itu masih terlihat kecil.

“Aku hanya punya foto masa kecilnya. Karena semenjak ayahnya meninggal dia pergi entah kemana. Mungkin wajah yeoja itu sudah sedikit berubah. Tapi intinya kau sudah pernah melihat gambaran wajahnya. Nama yeoja itu Jung Soo Yeon. Terakhir kali aku bertemu dengannya (10 tahun yang lalu) dia tinggal di Incheon. Kau coba cari di rumah lamanya. Siapa tahu dia masih disitu. Arasseo?”

“Ne, arrasseo.” Kataku. Lalu aku segera pergi meninggalkan rumah ahjussi tua itu dan mencari dimana tempat tinggal gadis itu.

Author POV
Namja itu kembali menaiki sedan metaliknya. Dia termenung sejenak di mobilnya sambil memandangi foto keluarga itu. Sebenarnya dia tidak tahu apakah benar-benar akan membunuh gadis itu. Dia sudah berjanji tidak membunuh orang. Tapi yang pasti saat ini dia lakukan adalah harus menemukan gadis itu dulu supaya keluarganya bisa selamat dari ahjussi sialan itu. Walaupun tugasnya agak susah, harus mencari yeoja yang 10 tahun menghilang. Dan namja itu hanya punya foto masa kecilnya. Kemungkinan kecil bisa menemukan orang yang mirip dengan foto itu. Bisa saja yeoja itu sudah operasi plastik supaya tidak ketahuan jejaknya.

Dia pun sampai didaerah Incheon. Lalu dia menuju ke salah satu rumah yang ditempati yeoja itu 10 tahun yang lalu. Dia mencoba menekan bel rumah itu.

Tao POV

Ting Tong….

Tiba-tiba pintu terbuka…

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
To Be Continued......

Hy!! I'm back with new part of my new FF :)
Hope you'll like this part guys :D Don't forget to give your comment. DON'T BE A SILENT READER PLEASE~ ^^
Don't copy my FF too ^^ Give credit if you want to copy my FF :DD
If you want to give your comment about this FF, you can contact me :
Via Twitter : @evglsta
Via Facebook : Maria Evangelista Fari K
I'll reply it as fast as I can :DD
And I'll post the next part as fast as I can too xD
XOXO ~ @evglsta a.k.a Choi Seungrin 

FanFiction (FF) I'm In Love With You (Part. 1)

Selasa, 23 Juli 2013

I'm In Love With You (Part. 1)


Cast : Tao EXO-M, Jessica SNSD, Kai EXO-K
Genre : Romance, Crime
Author : @evglsta

Author POV
Hari begitu dingin. Seorang namja sedang duduk di sebuah gudang tua bersama seorang ahjussi yang sangat ia kenal. Namun hatinya sedang panas. Ahjussi di depannya terus mengomel tak karuan.

Tao POV
“Namja pabo! Kenapa menangkap gadis kecil saja tak becus! Sudah berapa lama kau menjadi tangan kananku? Tugas yang susah kau bisa menjalankannya dengan mulus, kenapa tugas yg begitu mudah kau sama sekali tidak becus seperti ini!!” ahjussi itu mengebrak meja.

Ack! Orang tua itu terus mengomel dari tadi, tak memberi kesempatan untukku berbicara. Kalau saja dia bukan bosku, pasti sudah kulempar kepalanya dengan botol minuman ini. Tapi kalian jangan salah sangka, aku bukan peminum. Aku juga sebenarnya sangat tidak sudi menjadi tangan kanan orang tua ini. Tapi mau bagaimana lagi. Appaku punya hutang yang amat sangat banyak kpd ahjussi tua itu. Dan jika aku tak bisa membayar lunas semua hutangnya, suruhan-suruhan orang tua itu akan membunuh eomma dan dongsaengku. Dengan sangat terpaksa aku harus menjadi tangan kanannya. Lebih baik aku yang mati daripada eomma dan dongsaengku mati sia-sia di tangannya.

Namanya ahjussi tua itu Kim Jong In. Dia adalah lintah darat yang sangat terkenal di Incheon. Dia bukan hanya lintah darat yang terkenal, namun dia juga seorang penjahat yang terkenal. Namun karena kelicikannya dia mampu lari dari kejaran polisi. Ahjussi yang sangat menjijikkan -_-

“Ya! Kenapa kau diam saja! Apa kau mengerti apa yang aku bicarakan barusan?!” tiba-tiba ahjussi sial itu menjitak kepalaku.

“Ne, aku mengerti. Mianhabnida, aku akan menjalankan tugasku sebaik mungkin.”

“Kau ingat kan, tugas yang kuberikan cukup berat. Kau harus menangkap puteri musuhku. Memang musuhku telah meninggal. Aku akan terus mengganggu hidup keluarganya. Aku tak mau tau kau harus tangkap dia secepatnya. Bawa kepadaku lalu kau bunuh dia!” Aku hanya bisa geleng-geleng kepala, hatinya memang terbuat dari batu. Sama sekali tak peduli dengan orang lain.

-skip-

Author POV
Waktu menunjukkan pukul 01.00 pagi. Namun namja itu belum juga memejamkan matanya. Dia masih harus berpikir bagaimana cara menangkap anak musuh bosnya itu. Sejujurnya dia belum pernah bertemu dengan gadis yang sedang diincar bosnya. Tau namanya pun tidak. Lalu bagaimana dia akan menangkapnya? Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka..


Tao POV
 “Tao, kenapa kau belum tidur?” aku cukup dikejutkan oleh suara lembut eommaku.

“Gwaenchanha eomma. Aku hanya tak bisa tidur. Kenapa eomma belum tidur?”

"Eomma harus menunggu anak-anak eomma tidur, baru eomma akan tidur. Tao bolehkah eomma berbicara sesuatu?" Deg! Aku mendadak kaget. Jarang sekali eomma minta izin untuk berbicara. Apa yang akan dia bicarakan, batinku.

"Ne, eomma. Bicaralah."

“Tao, sampai kapan kau akan menjadi tangan kanan orang itu?” Eomma menatapku dalam, dan aku hanya bisa menunduk. yang bisa kulihat hanya mata eommaku mulai berkaca-kaca.

“Molla. Intinya sampai hutang kita lunas, dan ahjussi tua itu tidak akan mengganggu keluarga kita lagi.” Aku memegang tangan eommaku. Mencoba untuk menenangkannya dan meyakinkan bahwa aku baik-baik saja. Karena hanya itu yang bisa aku lakukan.

“Sudah cukup pengorbananmu selama ini Tao. Eomma tidak ingin melihat kau membunuh atau menyakiti orang lain.” Eommaku mulai menangis. Refleks, aku langsung memeluknya.

“Eomma, aku sudah berjanji pada eomma, aku tidak akan membunuh orang lain. Eomma percaya padaku kan? Aku berjanji aku akan segera keluar dari tempat itu secepatnya, setelah semuanya selesai.”

“Ne, arasseo. Sekarang kau cepat tidur!” Eomma mengusap cepat air matanya kemudian mencium keningku, mematikan lampu kamarku dan pergi. Aku memang masih suka diperlakukan seperti itu, walaupun umurku sudah 20 tahun. Tapi itulah yang membuatku amat sangat mencintai eommaku. Mataku pun perlahan-lahan mulai terpejam, dan tanpa sadar aku sudah memasuki alam mimpi ku.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
To Be Continued ....

Hy!
I'm back with my new FF :)
I hope you'll like my 2nd FF guys! :D
Don't forget to give ur comment, I don't like silent reader!! kkk~

And please wait for the next part of this FF :p
XOXO ~ @evglsta


FF Minsul "Please Don't Leave Me, Oppa" part. 8 (end)

Jumat, 31 Mei 2013



Please Don't Leave Me, Oppa! (Part. 8 - END)


“Eonni, apa yang terjadi? Katakan padaku eonni.” Aku memohon.

“Minho telah meninggal sebulan yang lalu karena penyakit Kanker otak stadium 4.” Tangis Jiyeon eonni tak terbendung lagi. Begitu juga aku. Serasa disambar 100000 volt. Tulang-tulangku serasa patah. Aku terduduk di lantai sambil menangis tak karu-karuan.

“Sulli-sshi, sabarlah. Aku tau kau mencintai Minho. Selama berbulan-bulan Minho tidak mengabarimu sama sekali, karena dia sibuk berobat ke luar negeri. Dia ingin sembuh. Dia rela keluar dari sekolah demi menyembuhkan dirinya. Demi bersatu dengan orang yang dia cintai, kau Sulli-sshi.” Tangisku benar-benar tak  terbendung lagi. Oppa tidak mengabariku berbulan-bulan karena dia berobat demi aku? Terkutuklah aku. Aku benar-benar menyia-nyiakan orang yang mencintai aku.
Aku bergegas menuju rumah Minho oppa. Tak peduli dengan siapapun yang melihatku dengan mata seperti ini. Tujuanku hanya 1, menemui Minho oppa.

-skip-

Aku sampai di depan rumah berwarna putih itu. Kulangkahkan kakiku masuk ke dalamnya. Sampai di dalam tiba-tiba seorang wanita memelukku, sepertinya ini Jiyeon eonni.

“Sulli-sshi, masuklah. Ada sesuatu yang ingin aku tunjukan padamu.” Aku berusaha tegar. Aku berharap ini adalah lelucon. Minho oppa masih hidup dan menungguku di dalam.

Sesampainya di dalam….

“Ini ada surat dari Minho untukmu. Sepertinya ia sudah tau kalau umurnya tidak lama lagi.” Katanya. Perlahan-lahan air matanya turun membasahi wajah cantiknya. Aku segera membuka surat itu.

Annyeong Sulli-ah. Bogoshipeo-yo Sulli-ah.
Aku tidak tau akan memulainya darimana, yang pasti saat kau membaca surat ini, aku tidak berada di sisimu lagi untuk selamanya.
Sulli-ah, mianhae ne, berbulan-bulan aku tidak mengabarimu. Kau tau kenapa? Selama ini aku sakit kanker otak. Aku mengidap penyakit itu sejak aku kelas 3 SMP. Selama berbulan-bulan aku pergi berobat ke negeri orang. Supaya aku bisa sembuh, dan bisa bersatu denganmu Sulli-ah. Kau tidak tau kan? Selama 3 tahun aku menyimpan perasaan ini untukmu. Kau ingat saat kita berada di taman? Kau ingat tentang yeoja yang mengubah hidupku? Itu adalah kau Sulli-ah. Sejak melihatmu pertama kali, aku sudah jatuh cinta kepadamu. Namun aku belum menemukan saat yang tepat untuk mendekatimu. Baru saat kau menunggu jemputan itulah saat yang tepat aku mengenalmu.
Sulli-ah, mianhae karena telah membuat hatimu sakit saat kau melihatku berpelukan dengan seorang yeoja. Perlu kau ketahui, yeoja itu adalah kakakku, Jiyeon noona. Aku tidak pernah menceritakannya karena aku tidak terlalu suka keluargaku diketahui banyak orang. Mianhae ne, jeongmal mianhae….
       Oh ya, aku juga mendengar kau sedang dekat dengan seseorang. Dia siswa baru dan kalau tidak salah namanya Myungsoo. Hehe, kau heran kenapa aku bisa tau? Aku punya banyak mata-mata di sekolah. Semua mata-mata itu untuk memantau kau, Sulli. Apa kau baik-baik saja, apa kau sudah dekat dengan namja lain. Sebenarnya aku tidak menghilang berbulan-bulan. Setelah 3 bulan aku berobat ke luar negeri, aku kembali ke Korea. Aku ingin bertemu dengan kau. Aku ingin mengungkapkan semua perasaanku sebelum semuanya terlambat. Tapi setelah ada yang bilang kau sudah didekati oleh Myungsoo, aku mundur kembali. Tekatku yang semula bulat, bahwa kau akan menerimaku kembali hilang sudah. Aku memutuskan untuk mundur, lebih baik kau mencintai orang yang baik. Bukan orang yang sudah jahat meninggalkanmu tanpa kabar dengan perasaan yang menggantung. Bukan juga dengan orang yang tidak punya harapan hidup lagi seperti aku. Aku harap kau mau mengerti.
        Sulli-ah, jangan pernah kau menungguku. Karna aku tak akan pernah kembali untukmu. Bukan aku tidak mencintaimu, aku sangat sangat mencintaimu. Tapi takdir yang memisahkan kita. Sulli-ah, bersatulah dengan Myungsoo, karena aku yakin dia akan membuatmu bahagia. Aku berjanji aku akan menjagamu dari atas sana. Saat kau tidak bisa melihatku, tapi aku bisa melihatmu. Berjanjilah padaku kau akan menjadi yeoja yang baik, adik kecil yang telah mencuri hatiku. Dan berjanjilah untuk selalu menjadi wanita yang kuat. Karena oppa menyukai wanita yang kuat. Percayalah, oppa sangat mencintaimu….
                                                                                                                                          Minho

Air mataku seketika jatuh. Aku tidak kuat dengan semua ini. Aku ingin mati sekarang juga. Hidup bahagia bersama Minho oppa di surga. Hidupku benar-benar seperti tidak ada artinya lagi tanpa Minho Oppa. Oppa, kenapa kau meninggalkanku begitu cepat? Batinku dalam hati. Kenapa oppa tidak pernah memberitahuku kalau oppa sakit? Kenapa oppa? Kenapa?!!

Aku memutuskan pergi ke makam Minho Oppa bersama Jiyeon eonni. Disana, aku berdoa supaya Minho oppa tenang dan aku berjanji untuk memenuhi semua janji yang oppa berikan kepadaku. Oppa, aku berjanji akan menjadi wanita yang kuat seperti yang oppa mau. Oppa juga harus berjanji akan menjagaku, meskipun aku tidak bisa melihatmu….

-skip-

5 tahun kemudian….

Hari ini tepat 5 tahun kematian Minho oppa. Aku yakin oppa sudah tenang disana, dan dia sudah bahagia. Hari ini aku akan mengunjungi makamnya bersama L. Ya, hubunganku dan L sudah semakin serius, bahkan kami akan menikah 2 bulan lagi. Aku akan meminta restu Minho oppa. Aku percaya kata-katanya bahwa L memang orang yang baik untukku. Percayalah Oppa, aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun. Oppa, jaga dirimu baik-baik disana. Aku disini baik-baik saja. Janjimu untuk menjagaku sudah kau penuhi. Gomawo oppa, saranghae…

-END-

---------------------------------------------------------------------------------

Terimakasih telah membaca FF saya :)
Maaf bila ada kata-kata yang salah dan maaf bila pengejaan korea yang kurang tepat :)
Saya tunggu komentar anda agar saya bisa membuat FF yang lebih baik lagi :)
xoxo ~ @evglsta

FF Minsul "Please Don't Leave Me, Oppa" part. 7



Please Don't Leave Me, Oppa! (Part. 7)


Tapi,  entah ada setan apa yang merasuki diriku. Hari ini aku coba mengaktifkan HPku. Segera saja ratusan SMS masuk. Kubaca satu-persatu pesan tersebut. Tidak ada pesan dari Minho Oppa sama sekali. Namun ada nomor tak dikenal mengirim ku SMS.

From : 028-xxx-xxx-xxx
Sulli-sshi ini aku, Jiyeon. Kau tidak kenal aku kan? Aku adalah orang yang berpelukan dengan minho beberapa hari yang lalu. Aku sungguh minta maaf telah membuatmu salah paham. Aku tau kau masih menunggu cinta Minho. Tapi, apa salahnya seorang kakak memeluk adiknya yang sedang sakit parah? Aku harap kau mengerti.

Hatiku langsung remuk berkeping-keping. Jadi yang dipeluk adalah kakaknya? Selama ini aku salah sangka. Oh Tuhan maafkan aku. Aku telah mengambil langkah yang salah tanpa tau cerita yang sebenarnya. Lagipula, Minho Oppa tidak pernah bercerita kalau dia mempunyai kakak. Tapi tetap saja aku merasa bersalah. Aku memutuskan menelpon nomor tersebut.

“Annyeonghaseyo. Nugu?” Katanya dari seberang sana. Untung nomornya belum ganti.

“Annyeonghaseyo, ini Sulli. Orang yang kau SMS beberapa bulan lalu. Sejak kejadian aku menampar Minho oppa dihadapanmu aku jadi tidak mengaktifkan HP berbulan-bulan. Baru sekarang aku mengaktifkan HPku. Dan aku merasa bersalah karena telah salah sangka.” Kataku sambil menahan tangis.

“Ne, gwaenchanha. Saat kau lari dan Minho berusaha mengejarmu, dia menangis menyesal karena dia tidak memberitahu kalau dia punya noona. Aku mengerti itu.” Minho Oppa menangis sambil mengejarku? Oppa jeongmal mianhae, aku sungguh-sungguh tidak tau.

“Uhhmm, apa aku boleh berbicara dengan Minho oppa? Aku sungguh ingin meminta maaf.” Kataku berharap Jiyeon eonni mau memaafkan aku dan mengizinkan aku berbicara dengan Minho oppa.

“Minho ya? Ehhmm, sebenarnya….” Katanya tebata-bata. Sebenarnya apa? Apa ada yang tidak beres?

“Eonni, apa yang terjadi? Katakan padaku eonni.” Aku memohon.

---------------------------------------------------------------------------------------------
To Be Continued

Apa yang terjadi dengan Minho selanjutnya?
Tunggu part selanjutnya :)
Thanks for reading :)
xoxo ~ @evglsta

FF Minsul "Please Don't Leave Me, Oppa" part. 6



Please Don't Leave Me, Oppa! (Part. 6)


“Will you be my princess?” L berlutut di hadapanku. Sungguh romantis sekali.

“Yes, I’ll be your princess.” Jawabku spontan. L bangkit berdiri lalu memelukku dan kemudian mencium keningku. Lembaran baru hidupku terbuka lagi, bukan dengan Minho oppa, tapi L.

Kami berjalan menyusuri taman (lagi) sambil melihat matahari tenggelam. L sungguh bahagia, terlihat dari wajahnya yang menampakkan senyum termanisnya. Tangannya tak pernah lepas mengandeng tanganku.

Tiba-tiba aku melihat seseorang seperti Minho oppa! Tapi dia sedang berpelukan dengan yeoja lain. Oh tuhan, hancur sekali hatiku. Orang yang selama ini kutunggu ternyata memang sudah menemukan yeoja pujaannya. Aku berlari menghampirinya. L terlihat kaget karena aku melepaskan genggaman tangannya. Aku langsung menampar muka Minho oppa. Sakit sekali hatiku rasanya dipermainkan seperti ini. L terlihat diam saja karena aku sudah cerita semua tentang Minho Oppa dan L mau memahaminya.

Setelah menamparnya aku berlari sambil menarik tangan L. Kuputuskan untuk pergi sejauh-jauhnya dari tempat itu. Aku sudah muak melihat wajah Minho oppa. Oppa berusaha mengejarku sambil meneriakkan namaku. Namun terlambat, aku sudah terlanjur membencinya.

Aku menangis sejadi-jadinya di motor sambil memeluk L. Tak peduli banyak orang yang melihat. Yang kuinginkan saat ini hanya 1, menangis di pelukan L.

-skip-

Sudah beberapa bulan aku tidak mengaktifkan HPku. Aku tidak mau Minho oppa mengirimkanku SMS kata-kata sampahnya. Untuk berkomunikasi dengan L aku memakai jejaring social. Akupun tidak pernah keluar rumah lagi, kecuali jika ada urusan sekolah. L selalu memahamiku. Beruntung sekali aku ounya namjachingu seperti L.

Tapi,  entah ada setan apa yang merasuki diriku. Hari ini aku coba mengaktifkan HPku. Segera saja ratusan SMS masuk. Kubaca satu-persatu pesan tersebut. Tidak ada pesan dari Minho Oppa sama sekali. Namun ada nomor tak dikenal mengirim ku SMS

---------------------------------------------------------------------------------------------
To Be Continued

Kira-kira siapa yang mengirim SMS ke Sulli? Dan bagaimana keadaan Minho selanjutnya?
Tunggu part berikutnya :)
Thanks for reading :)
xoxo ~ @evglsta