Please Don't Leave Me, Oppa! (Part. 8 - END)
“Eonni, apa
yang terjadi? Katakan padaku eonni.” Aku memohon.
“Minho telah
meninggal sebulan yang lalu karena penyakit Kanker otak stadium 4.” Tangis
Jiyeon eonni tak terbendung lagi. Begitu juga aku. Serasa disambar 100000 volt.
Tulang-tulangku serasa patah. Aku terduduk di lantai sambil menangis tak
karu-karuan.
“Sulli-sshi,
sabarlah. Aku tau kau mencintai Minho. Selama berbulan-bulan Minho tidak
mengabarimu sama sekali, karena dia sibuk berobat ke luar negeri. Dia ingin
sembuh. Dia rela keluar dari sekolah demi menyembuhkan dirinya. Demi bersatu
dengan orang yang dia cintai, kau Sulli-sshi.” Tangisku benar-benar tak terbendung lagi. Oppa tidak mengabariku
berbulan-bulan karena dia berobat demi aku? Terkutuklah aku. Aku benar-benar
menyia-nyiakan orang yang mencintai aku.
Aku bergegas
menuju rumah Minho oppa. Tak peduli dengan siapapun yang melihatku dengan mata
seperti ini. Tujuanku hanya 1, menemui Minho oppa.
-skip-
Aku sampai
di depan rumah berwarna putih itu. Kulangkahkan kakiku masuk ke dalamnya.
Sampai di dalam tiba-tiba seorang wanita memelukku, sepertinya ini Jiyeon
eonni.
“Sulli-sshi,
masuklah. Ada sesuatu yang ingin aku tunjukan padamu.” Aku berusaha tegar. Aku
berharap ini adalah lelucon. Minho oppa masih hidup dan menungguku di dalam.
Sesampainya
di dalam….
“Ini ada
surat dari Minho untukmu. Sepertinya ia sudah tau kalau umurnya tidak lama
lagi.” Katanya. Perlahan-lahan air matanya turun membasahi wajah cantiknya. Aku
segera membuka surat itu.
Annyeong Sulli-ah. Bogoshipeo-yo Sulli-ah.
Aku tidak tau akan memulainya
darimana, yang pasti saat kau membaca surat ini, aku tidak berada di sisimu
lagi untuk selamanya.
Sulli-ah, mianhae ne,
berbulan-bulan aku tidak mengabarimu. Kau tau kenapa? Selama ini aku sakit
kanker otak. Aku mengidap penyakit itu sejak aku kelas 3 SMP. Selama
berbulan-bulan aku pergi berobat ke negeri orang. Supaya aku bisa sembuh, dan
bisa bersatu denganmu Sulli-ah. Kau tidak tau kan? Selama 3 tahun aku menyimpan
perasaan ini untukmu. Kau ingat saat kita berada di taman? Kau ingat tentang
yeoja yang mengubah hidupku? Itu adalah kau Sulli-ah. Sejak melihatmu pertama
kali, aku sudah jatuh cinta kepadamu. Namun aku belum menemukan saat yang tepat
untuk mendekatimu. Baru saat kau menunggu jemputan itulah saat yang tepat aku
mengenalmu.
Sulli-ah, mianhae karena telah
membuat hatimu sakit saat kau melihatku berpelukan dengan seorang yeoja. Perlu
kau ketahui, yeoja itu adalah kakakku, Jiyeon noona. Aku tidak pernah
menceritakannya karena aku tidak terlalu suka keluargaku diketahui banyak
orang. Mianhae ne, jeongmal mianhae….
Oh
ya, aku juga mendengar kau sedang dekat dengan seseorang. Dia siswa baru dan
kalau tidak salah namanya Myungsoo. Hehe, kau heran kenapa aku bisa tau? Aku
punya banyak mata-mata di sekolah. Semua mata-mata itu untuk memantau kau,
Sulli. Apa kau baik-baik saja, apa kau sudah dekat dengan namja lain.
Sebenarnya aku tidak menghilang berbulan-bulan. Setelah 3 bulan aku berobat ke
luar negeri, aku kembali ke Korea. Aku ingin bertemu dengan kau. Aku ingin
mengungkapkan semua perasaanku sebelum semuanya terlambat. Tapi setelah ada
yang bilang kau sudah didekati oleh Myungsoo, aku mundur kembali. Tekatku yang
semula bulat, bahwa kau akan menerimaku kembali hilang sudah. Aku memutuskan
untuk mundur, lebih baik kau mencintai orang yang baik. Bukan orang yang sudah
jahat meninggalkanmu tanpa kabar dengan perasaan yang menggantung. Bukan juga
dengan orang yang tidak punya harapan hidup lagi seperti aku. Aku harap kau mau
mengerti.
Sulli-ah,
jangan pernah kau menungguku. Karna aku tak akan pernah kembali untukmu. Bukan
aku tidak mencintaimu, aku sangat sangat mencintaimu. Tapi takdir yang
memisahkan kita. Sulli-ah, bersatulah dengan Myungsoo, karena aku yakin dia
akan membuatmu bahagia. Aku berjanji aku akan menjagamu dari atas sana. Saat
kau tidak bisa melihatku, tapi aku bisa melihatmu. Berjanjilah padaku kau akan
menjadi yeoja yang baik, adik kecil yang telah mencuri hatiku. Dan berjanjilah
untuk selalu menjadi wanita yang kuat. Karena oppa menyukai wanita yang kuat.
Percayalah, oppa sangat mencintaimu….
Air mataku
seketika jatuh. Aku tidak kuat dengan semua ini. Aku ingin mati sekarang juga.
Hidup bahagia bersama Minho oppa di surga. Hidupku benar-benar seperti tidak
ada artinya lagi tanpa Minho Oppa. Oppa, kenapa kau meninggalkanku begitu
cepat? Batinku dalam hati. Kenapa oppa tidak pernah memberitahuku kalau oppa sakit? Kenapa oppa? Kenapa?!!
Aku
memutuskan pergi ke makam Minho Oppa bersama Jiyeon eonni. Disana, aku berdoa
supaya Minho oppa tenang dan aku berjanji untuk memenuhi semua janji yang oppa
berikan kepadaku. Oppa, aku berjanji akan menjadi wanita yang kuat seperti yang
oppa mau. Oppa juga harus berjanji akan menjagaku, meskipun aku tidak bisa
melihatmu….
-skip-
5
tahun kemudian….
Hari ini
tepat 5 tahun kematian Minho oppa. Aku yakin oppa sudah tenang disana, dan dia
sudah bahagia. Hari ini aku akan mengunjungi makamnya bersama L. Ya, hubunganku
dan L sudah semakin serius, bahkan kami akan menikah 2 bulan lagi. Aku akan
meminta restu Minho oppa. Aku percaya kata-katanya bahwa L memang orang yang
baik untukku. Percayalah Oppa, aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun. Oppa,
jaga dirimu baik-baik disana. Aku disini baik-baik saja. Janjimu untuk
menjagaku sudah kau penuhi. Gomawo oppa, saranghae…
-END-
---------------------------------------------------------------------------------
Terimakasih telah membaca FF saya :)
Maaf bila ada kata-kata yang salah dan maaf bila pengejaan korea yang kurang tepat :)
Saya tunggu komentar anda agar saya bisa membuat FF yang lebih baik lagi :)
xoxo ~ @evglsta


3 komentar:
sedih
terimakasih sdh mau membaca chingu :)
Ff.y sdhh lma yahh??hmm ff.y bgs kok :),tp ff ini bikin gw mewek,npa Minsul nggk brsama.???aihhh
hwaiting chingu,bikin ff yg lainnya
Posting Komentar