“Baguslah!
Jika ada informasi lain akan kuberitahukan kepadamu.” katanya tegas. Aku
berjalan kembali ke mejaku, namun setelah Jessica sudah pergi dan meja kami
telah ditempati orang lain.
-skip-
Ilsan,
January 20, 2013
Author POV
Namja itu
terlihat lemas di mobilnya. Sudah beberapa minggu ia mencari gadis itu dan
keluarganya, tetapi tidak pernah menemukan hasil, meskipun Kim Jong In sudah
menambah beberapa informasi. Rasanya dia ingin menyerah pada tugas ini. Namun
ia ingat, nyawa keluarganya berada di tangannya. Hidupnya sungguh terasa berat.
Tao POV
“Kim Jong In
s***!!!. Andai saja appa tidak punya hutang kepada ahjussi tua itu pasti
hidupku tidak begini!!”. Aku sungguh emosi sekarang, aku sudah lelah dengan
tugas tidak jelas ini. Si tua itu hanya memberikan banyak info tidak jelas.
Padahal aku ingin sekali menyelesaikan tugas ini dan membawa eomma dongsaengku
pergi keluar dari Korea. Ingin rasanya aku menangis dan memukuli ahjussi tua itu. Tapi apa boleh buat, aku tidak bisa melakukan apa-apa.
Author POV
Suasana hari
itu begitu dingin, di luar mulai turun rintik-rintik hujan. Namja itu masih
saja merenungi hidupnya, saat tiba-tiba dia melihat seorang yeoja. Itu Jessica!
Ya benar Jessica! Batinnya. Dia lalu segera keluar dari mobilnya dan menghampiri
yeoja itu. Mencoba menghapus semua kesedihan yang ada dihatinya. Dia ingin sekali bertemu dengan yeoja misterius itu. Dan mungkin Tuhan mengijinkannya untuk bertemu dengannya lagi, karena sepertinya namja itu mulai tertarik dengan Jessica.
Jessica POV
Aku melihat
seorang namja berlari ke arahku. Sepertinya dia Tao, namja yang kutemui
beberapa minggu yang lalu di kedai kafe. Apa dia babo? Hujan deras seperti ini tidak memakai jas hujan atau payung. Namja itu pun sampai tepat di depanku.
“Annyeonghaseyo Jessica-sshi.”
“Annyeonghaseyo Tao-sshi. Bagaimana bisa hujan deras begini kau keluar tanpa memakai payung?” Reflek, aku langsung memayunginya. Jadilah kita berdua berada dalam satu payung.
“Hehe,
gwaenchanha. Aku kan namja, aku tidak takut sakit. Ternyata kamu mengingatku
setelah pertemuan kita berminggu-minggu yang lalu. Ehmm, kamsahabnida, tapi sebaiknya payung ini untukmu saja.” Katanya.
"Ehhmm, mianhae, itu reflek." Kataku sambil memalingkan mukaku yang sedikit memerah, agar Tao tidak melihatnya. Aku sempat bergerser beberapa senti darinya, tapi aku tetap memayunginya.
Kalau boleh jujur,
sebenarnya ada rasa kecil di dalam hati untuk bertemu dengannya (Tao) lagi. Entah kenapa,
aku merindukannya. Entah kenapa aku juga memikirkannya saat dia menabrakku. Aku
juga terkejut saat aku bertemu dengannya saat di kedai kafe, rasanya seperti deja vu.
“Uhhmm,
Jessica-sshi?” Aku segera tersadar dari lamunanku.
“O! Mianhae, aku sedikit melamun" Kataku berusaha menutupi apa yang sedang aku pikirkan.
“Gwaenchanha.
Ayo kita cepat ke kedai kopi itu. Udara di sini sangat dingin. Lama-lama aku bisa membeku disini.” Katanya. Lalu kami
berjalan menuju kedai kopi itu dengan mengobrol beberapa obrolan kecil.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mian, nge postnya telat 1 hari :D
kemarin laptop udah panas banget dan tadi pagi sempat macet :"((
Mian juga part ini dikitttt banget dan SANGAT JELEK BANGET :(
Mian ya FFnya SANGAT ABAL-ABAL T_T
Next part mudah-mudahan bisa lebih panjang ya!
Jangan lupa untuk selalu memberi komen yah!!
Gomawo, Arigato Gozaimasu, Terimakasih, Xie xie
XOXO - @evglsta


0 komentar:
Posting Komentar