Please Don't Leave Me, Oppa (Part. 2)
‘There’s
a message…..’ tiba-tiba HPku berbunyi tanda ada SMS. Siapa ini? Pikirku. Nomor
yang tidak dikenal. Tanpa basa-basi aku segera membukanya.
From : 021-xxx-xxx-xxx
Annyeong Sulli-sshi! Ini Minho. Hehe. Kau ingat
aku kan? Orang yang mengobrol dengan mu saat pulang sekolah tadi. Aku hanya
ingin menjadi temanmu. Apa boleh? Balas pesanku ya. Hehe. Xoxo. Minho
Hah?!
Apa-apaan dia?! Darimana dia dapat nomorku? Aish, padahal aku tidak mau
berurusan dengannya. Tapi kenapa sekarang dia malah mengirimi ku SMS?!
Kulemparkan
HPku ke tempat tidur. Ah, aku harus jawab apa? Apa tidak usah aku jawab saja?
Tapi pasti dikira aku sombong. Ah aku jadi serba salah! Kajja Sulli, berpikirlah!!
Akhirnya kuputuskan untuk menjawab pesan itu.
To : 021-xxx-xxx-xxx
Ne, tentu saja aku tidak lupa.
Menjadi teman? Hmm, baiklah. Tapi hanya
sebatas teman ya J.
From : 021-xxx-xxx-xxx
Jinjja-yo? Ne, hanya sebatas teman. Hehe.
Gomawo Sulli-sshi sudah mau menjadi temanku. Hehe. Mari kita berteman mulai
dari sekarang J. Tapi, namjachingu Sulli-sshi
tidak marah kan? Kkkkk~
Pertanyaan
bodoh macam apa itu -_-. Namjachingu? Jelas-jelas dia tau aku tidak pernah
dekat dengan namja manapun.
To : 021-xxx-xxx-xxx
Namjachingu saja aku tidak punya kkkk~
Begitulah
kira-kira aku dan Minho oppa saling SMS-an. Ya, mulai sekarang aku memanggilnya
dengan ‘oppa’ karena dia meminta sendiri -_-. Walaupun tiap hari kita SMS-an,
tapi aku hanya menganggap itu adalah SMS ‘teman biasa’. Aku tidak ingin
hubungan yang lebih. Walaupun sebenarnya Minho
oppa adalah orang yang baik walaupun tingkahnya sedikit urakan dan suka
membuat masalah.
-skip-
Hari ini aku
dan Minho oppa janjian untuk jalan-jalan ke taman. Entah kenapa hari ini aku
berdandan semanis mungkin, supaya terlihat baik di depan oppa. Eomma-ku saja
daritadi menyindirku terus kkk~
From : Minho Oppa
Are u ready Princess? Oppa akan ke rumahmu
sekarang. Gidaryeo! Xoxo
Minho oppa
memang suka memanggilku Princess, katanya aku bukan lagi temannya. Tapi dia
sudah anggap aku adik perempuannya. Itu tak masalah bagiku, walaupun sedikit
melanggar perjanjian kita sebagai teman.
To : Minho Oppa
Ne oppa. Ppalli ne! daritadi eomma appaku
meledekku terus karena dandananku. Hahaha
Tak berapa
lama terdengar suara motor, itu pasti Minho oppa. Aku segera berpamitan dengan
appa dan eommaku yang daritadi senyum-senyum. Oppa pun ikut pamit, lalu kami
segera pergi.
Kamipun
sampai di taman yang berada di pinggir kota.jujur
saja, meskipun aku sudah sering SMS, namun aku masih malu untuk berbicara
dengannya.
“Sulli-ah.
Kenapa kau selalu diam saja? Dasar adik oppa yang lucu.” Katanya sambil
mencubit pipiku.
“Ack, apo
oppa!” dia malah tertawa saat aku bilang begitu. Apanya yang ucu ya -_-
“Mianhae,
hehe. Kau terlihat semakin lucu saat seperti itu. Hari ini kau juga sangat
cantik.” Aish, kata-katanya yang terakhir membuat pipiku bersemu. Tiba-tiba aku
ingat sesuatu.
“Oppa, aku
ingin bertanya.” Dia sempat heran. Bertanya saja harus minta izin dulu. Dasar
aku memang terlalu polos -_-.
“Ada apa
Sulli-ah?” Dia terlihat penasaran.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
To Be Continued
Kira-kira apa yang Sulli mau tanyakan ya??
Tunggu part selanjutnya :)
Thanks for reading :)
xoxo ~ @evglsta
Thanks for reading :)
xoxo ~ @evglsta


2 komentar:
suka banget karena Minsul. btw next, don't to long to next chapter y..(@_@)
semua part FF ini sudah di post chingu :) part 1-8 :) terimakasih sarannya^^ lain kali akan diperbaiki ^^
Posting Komentar